Unconditional love..

2 Feb 2009

Saya baru selesai membaca novel twilight. Novel ini bercerita mengenai kisah cinta remaja yang mustahil. Yaitu antara manusia danvampir. Terus terang saya bukan penggemar cerita horror sama sekali, bahkan saya agak anti, rasanya kok agak rugi ya mengeluarkan uang dan menghabiskan waktu hanya buat di bohongin, di takut-takuti lagi. Tetapi ternyata novel twilight jauh dari horror. Novel ini bercerita mengenai cinta. Nah, kalau yang romantis begini, saya suka, maklum namanya juga perempuan.

Di novel ini di kisahkan sang wanita yang manusia, terbuat dari darah dan daging jatuh cinta kepada si vampir, dalam mitos vampir itu penghisap darah manusia. Bisa di katakan sang manusia jatuh cinta pada pemangsa manusia, dalam arti sebenarnya, bukan perumpamaan untuk koruptor lho.

Salah satu chapter favorit saya adalah ketika Edward Cullen, si vampir yang digambarkan keren habis di novel ini, berusaha mengungkapkan jati dirinya pada Bella. Bella akhirnya mengetahui jati diri sang vampir, dan menyadari penuh resiko pacaran dengan sang vampir. Inilah yang namanya terlanjur sayang, kayak lagu memesterlanjur sayang, udah sayangjadi gimana dong?? So, akhirnya sang manusia in a relationship (kayak istilah facebook nih) dengan sang vampir.

Semuanya begitu mudah, inilah enaknya jadi penulis novel, membuat hal yang mustahil menjadi masuk akal. Di ceritakan bahwa akhirnya keluarga vampir menerima manusia in a relationship dengan salah satu anggota keluarga mereka. Bayangkan kalau kisahnya terjadi di Indonesia, kadang-kadang untuk bisa mencintai sesama manusia saja syaratnya banyak sekali, bibit, bobot, bebet harus seimbang. Waktu pendekatan (belum pacaran nih) diselidiki dulu tinggalnya dimana? Orang apa? Kerja dimana? Orang tuanya siapa? Ada berapa pacar di masa lalu? Kalau rasanya ada satu yang kurang memenuhi syarat langsung di eliminasi. Padahal itu sesama manusia lho.

Andaikata cinta dapat diatur, mungkin lebih mudah. Sayangnya cinta terkadang sangat keras kepala dan sulit diatur. Kalau saja kita bisa memilih orang yang kita cintai, mungkin lebih mudah, kita dapat memilih dari suku yang sama, agama yamg sama, bibit, bebet, bobot yang seimbang. Tetapi cinta memang terkadang tidak sopan, dia bisa jatuh kepada orang yang mungkin orang lain pikir kurang cocok, atau dia bisa juga jatuh kepada orang yang tidak membalasnya.

Ah cinta memang tidak habisnya dibahas. Dari jaman Shakespeare dengan romeo-juliet, Marah Rusli dengan siti Nurbaya, sampai Stephanie meyer dengan twilightnya. Cinta, memang paling dicari, best seller dan marketnya selalu diatas perasaan yang lain. Walaupun terkadang cinta itu keras kepala, sulit diatur dan tidak sopan dan jatuh kepada orang yang salah, tetap kita mencintai cinta. Karena cinta selalu tanpa syarat, manusialah yang membuat syarat untuk cinta. Kenapa? Yah mungkin juga dengan alasan cinta juga, yaitu mencintai diri sendiri. Bagaimana menurut pendapat anda?


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post