kisah dua kodok

17 Jun 2008

Hari ini aku cabut geraham bungsu… awalnya deg degan juga, biasalah takut sakit, tetapi ternyata semua lancar dan gak sakit sama sekali… hail to my dentist dokter seno memang tob deh! tidak heran dipilih menjadi dokter gigi presiden dan wapres kita.

Padahal aku sudah sengaja mengosongkan jadwal, takut pipiku bengkak dan merusak penampilan, ternyata apa yang ditakutkan tidak terjadi. Sore-sore saya ngumpul bersama beberapa teman. Biasalah, up date berita-berita baru, ngomongin si A si B si C..yep, kita juga suka bergosip lho tetapi gosip yang positif.

Maksudnya begini, kita bertukar cerita, bertukar cerita berarti bertukar informasi, semakin banyak informasi berarti semakin baik. Sekarang adalah jaman informasi, buktinya semua orang seakan berlomba-lomba mendapatkan informasi terbaru, mulai dari berita yang di sebarkan melalui sms, chatting, email, dan yang lagi trend sekarang, yaitu blackberry.

Memang insting manusia untuk mencari informasi seperti tanaman yang mencari cahaya. coba deh, kita menanam tanaman dalam ruangan gelap, lalu berikan sedikit lubang cahaya, maka tanaman tersebut akan tumbuh mengikuti cahaya itu. Kesimpulannya adalah gosip adalah cahaya bagi manusia (saya yakin wartawan infotainment akan senang membaca statement ini..hehehe) yang membuat gosip itu buruk adalah ketika dicampur aduk dengan penghakiman. kalau sudah ada penghakiman… wah, udah nga seru lagi…kenapa yah?

Karena namanya juga gosip, belum tentu benar, bayangkan kalau gosip itu salah dan kita sudah terlanjur menghakimi orang sampai kita tidak simpatik atau mungkin benci pada orang itu. Alangkah malang nasib orang tak bersalah tersebut. Jadi sebenarnya gosip tidak salah, selama itu dalam batas yang masih fun, entertaining dan tolong jangan campur aduk gossip dengan penghakiman.

Bagi artis atau selebriti, gosip datang satu paket dengan keterkenalan. Ibarat paket ayam dan kentang goreng. Bisa nikmat, tetapi mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Dan jika terlalu banyak di konsumsi dapat menyebabkan obesitas. Gosip memang sangat meyebalkan bagi yang terkena, apalagi kalau gosipnya negatif dan merusak nama baik.

Saya jadi teringat kisah dua kodok, alkisah dua kodok tak sengaja jatuh kedalam lubang sumur. Satu kodok tuli, dan satu lagi normal. Mereka melompat-lompat berusaha keluar dari lubang sumur sambil berteriak minta pertolongan. Kawan-kawan sesama kodok berkumpul di bibir sumur berteriak teriak memberikan semangat. Mereka juga tidak tahu harus berbuat apa selain menyemangati kedua rekan mereka yang malang.

Menit ke menit berlalu, dua kodok mulai kelelahan, lompatan mereka pun semakin lemah karena kekurangan tenaga. Melihat dua rekan mereka yang mulai lemah, kawan-kawan kodok berteriak agar dua kodok menghentikan usaha yang sia-sia. Mereka berlompatan di pinggir sumur sambil berteriak agar dua kodok menghentikan usahanya.

Sang kodok tuli, karena tidak dapat mendengar mengira rekannya sedang menyemangati dia agar melompat lebih tinggi. sementara satu kodok yang berpendengaran normal sudah pasrah dan menghentikan usahanya. si kodok tuli pun melompat dan melompat lebih kencang, sampai akhirnya…hup! si kodok tuli mengerahkan segala tenaganya dan mendarat di daratan. Semua rekan kodok keheranan dan gembira. Si kodok tuli mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan sesama kodok karena sudah menyemangatinya sehingga dapat berhasil sampai ke darat.

Rekan-rekan kodok hanya tersipu-sipu malu, mungkin dalam hati mereka berkata, dasar tuli…kita gak ngomong begitu deh. memang bukan kata-kata semangat yang mereka katakan, tetapi si kodok tuli berhati positif ini bertanggapan lain, sehingga akhirnya dia bisa berhasil dan selamat.

Setiap kali saya di terpa gosip saya selalu ingat cerita ini. saya selalu berkiblat pada si kodok tuli, anggap saja gossip itu sebagai semangat supaya bisa melompat lebih jauh lagi… hehehehe.. well guys, what d u think?


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post