Unconditional love..

Saya baru selesai membaca novel twilight. Novel ini bercerita mengenai kisah cinta remaja yang mustahil. Yaitu antara manusia dan…vampir. Terus terang saya bukan penggemar cerita horror sama sekali, bahkan saya agak anti, rasanya kok agak rugi ya mengeluarkan uang dan menghabiskan waktu hanya buat di bohongin, di takut-takuti lagi. Tetapi ternyata novel twilight jauh dari horror. Novel ini bercerita mengenai cinta. Nah, kalau yang romantis begini, saya suka, maklum namanya juga perempuan.

Di novel ini di kisahkan sang wanita yang manusia, terbuat dari darah dan daging jatuh cinta kepada si vampir, dalam mitos vampir itu penghisap darah manusia. Bisa di katakan sang manusia jatuh cinta pada pemangsa manusia, dalam arti sebenarnya, bukan perumpamaan untuk koruptor lho.

Salah satu chapter favorit saya adalah ketika Edward Cullen, si vampir yang digambarkan keren habis di novel ini, berusaha mengungkapkan jati dirinya pada Bella. Bella akhirnya mengetahui jati diri sang vampir, dan menyadari penuh resiko pacaran dengan sang vampir. Inilah yang namanya terlanjur sayang, kayak lagu memes…terlanjur sayang, udah sayang…jadi gimana dong?? So, akhirnya sang manusia “in a relationship” (kayak istilah facebook nih) dengan sang vampir.

Semuanya begitu mudah, inilah enaknya jadi penulis novel, membuat hal yang mustahil menjadi masuk akal. Di ceritakan bahwa akhirnya keluarga vampir menerima manusia “in a relationship” dengan salah satu anggota keluarga mereka. Bayangkan kalau kisahnya terjadi di Indonesia, kadang-kadang untuk bisa mencintai sesama manusia saja syaratnya banyak sekali, bibit, bobot, bebet harus seimbang. Waktu pendekatan (belum pacaran nih) diselidiki dulu tinggalnya dimana? Orang apa? Kerja dimana? Orang tuanya siapa? Ada berapa pacar di masa lalu? Kalau rasanya ada satu yang kurang memenuhi syarat langsung di eliminasi. Padahal itu sesama manusia lho.

Andaikata cinta dapat diatur, mungkin lebih mudah. Sayangnya cinta terkadang sangat keras kepala dan sulit diatur. Kalau saja kita bisa memilih orang yang kita cintai, mungkin lebih mudah, kita dapat memilih dari suku yang sama, agama yamg sama, bibit, bebet, bobot yang seimbang. Tetapi cinta memang terkadang tidak sopan, dia bisa jatuh kepada orang yang mungkin orang lain pikir kurang cocok, atau dia bisa juga jatuh kepada orang yang tidak membalasnya.

Ah cinta memang tidak habisnya dibahas. Dari jaman Shakespeare dengan romeo-juliet, Marah Rusli dengan siti Nurbaya, sampai Stephanie meyer dengan twilightnya. Cinta, memang paling dicari, best seller dan marketnya selalu diatas perasaan yang lain. Walaupun terkadang cinta itu keras kepala, sulit diatur dan tidak sopan dan jatuh kepada orang yang salah, tetap kita mencintai cinta. Karena cinta selalu tanpa syarat, manusialah yang membuat syarat untuk cinta. Kenapa? Yah mungkin juga dengan alasan cinta juga, yaitu mencintai diri sendiri. Bagaimana menurut pendapat anda?

Kenapa saya suka ayam goreng?

Setiap kali saya melewati restaurant siap saji dengan inisial K dan lambang lelaki berkumis mengenakan jas putih, memory saya selalu flashback ke masa kecil. Rasa hangat menyelimuti hati saya. Aromanya..ya aroma masakan ayam dan kentang goreng seakan mengingatkan saya ke jaman saya masih kecil dulu, saat papa dan mama saya sering menjemput saya pulang sekolah untuk makan ayam goreng.

feby-febiola-2.jpg

Saya gemar sekali makan ayam goreng, bukan hanya di restaurant siap saji, tetapi juga dirumah. Mama suka masak ayam goreng, biasanya di temani dengan semangkuk sayur bening campur potongan jagung kesukaan saya.

Dari berbagai macam kenangan masa kecil saya, aroma ayam goreng inisial K itu paling melekat di hati saya. Aromanya yang gurih dan asin bercampur sedikit cairan pembersih yang mungkin berasal dari pembersih lantai restaurant seakan menjadi tiket bagi saya untuk kembali ke masa lalu.

Masa –masa bahagia kata orang, masa di saat semuanya terasa begitu mudah dan masalah terbesar yang kita hadapi adalah kalau kita lupa bikin Pe-er.  Masa-masa ketika kasih sayang orang tua masih sangat kita rasakan, saat-saat kita masih bisa menggelendot manja di lengan orang tua, merengek kepada mereka saat kita butuh sesuatu, minta dipeluk ketika ketakutan, dibelai sebelum tidur. Hal yang semakin jarang dilakukan seiring bertambahnya kedewasaan kita.

Setiap orang pasti punya tiket untuk kembali ke masa kecil, apakah itu makanan, tempat favorite atau bau tertentu. Mama saya dulu, dan sampai sekarang sering memakai parfum estee lauder, namanya white linen, saya selalu ingat setiap kali mama saya mau pergi, dia selalu berdandan dan menyemprot parfum itu.

Waktu saya kecil, baunya terkadang membuat saya trauma, karena berarti kalau mama saya pakai parfum itu, saya harus siap ditinggal. Biasanya saat bau parfum itu mulai tercium saya sudah siap dengan wajah merengut minta diajak, atau minimal dibelikan oleh-oleh.

Saat mama saya sakit, saya khawatir. Kenapa? Karena tiket paling cepat untuk kembali ke masa kecil yang indah adalah dengan memandang wajah orang tua kita. Wajah yang begitu familiar dan hangat di hati. Sebentuk wajah dari masa kecil kita. Wajah yang mengingatkan kita akan hari-hari yang kita lalui, saat wajah itu menjadi lemah dan kesakitan, rasanya saya tidak rela. Tetapi saya menyadari, semua ada masanya, semua ada waktunya..jaman berganti dan tidak ada yang abadi.

Sesuatu hal yang sederhana, kembali ke masa kecil. Apa tiket tercepat anda untuk kembali ke masa kecil?

Kasih Membuat Segalanya Menjadi Indah..

Kalimat itu ada di kepala saya suatu hari saat saya bangun pagi. Iseng-iseng saya cantumkan kalimat itu di status Facebook saya. Seperti biasa ada beberapa teman yang memberi comment, ada satu comment dari teman saya yang membuat saya berpikir, commentnya simple dan cenderung menggoda saya, dia bilang…”/kenalin aku sama kasih dong atau sekalian sama indah./.” saya jawab /“ indah tak akan ada tanpa kasih” …/

Kalimat jawaban saya membuat saya malah berpikir…apakah ada indah tanpa kasih? Tanpa kasih akankah ada indah? Kalimat itu membuat saya tersenyum dan berpikir..pertanyaan tu ada di benak saya seharian. Sampai akhirnya saya memikirkan bahwa indah adalah kasih dan kasih adalah indah.

Akankah kasih palsu dan indah palsu? Andaikan ada cap yang menempel di kasih dan indah asli pasti capnya made in heaven, karena kasih dan indah asli hanya berasal dari surga. Kasih dan indah manusia pasti suatu saat akan pudar, tetapi kasih surga tak akan pudar.

Sayangnya kasih dan indah palsu promosinya gencar sekali. Kalau kita melihat di televisi betapa sering promosi kasih palsu. Saat seorang lelaki mencium tunangannya dengan penuh kasih karena kulitnya menjadi lebih putih, saat seorang suami memuji istrinya karena masakannya enak. Kasih seakan menjadi bersyarat.. dapat ditemukan di produk-produk yang dapat dibeli dengan uang.

Kasih memang tampil beda, saat yang lain menjadi mahal karena asli, namun kasih yang asli itu gratis, muncul dari hati yang tulus. Kasih juga yang mebuat saya tetap hidup, iya..kasih yang asli..kasih yang diberikan secara cuma-cuma oleh sang pencipta, yaitu nafas kehidupan. Dan bukan cuma itu, ditaruhnya sekeping kasih dalam hati kita sehingga kita bisa membagikannya kepada semua, dan menjadikan dunia ini lebih indah….sebentar lagi bulan February..selamat menjelang hari kasih sayang..selamat hari yang indah…

Ngomongin Hi-Tech Bareng Tukul

Hello semuaaanyaa….Pertama saya mengucapkan selamat tahunbaru 2009 buat semua yang pembaca blog saya. Yang ke dua saya mau minta maaf karena postingnya luaaamaaaa banget!! Saya baru aja cek archives silent conversation, terakhir adalah bulan Juli… waaah… lamanya.

Tetapi katanya orang baik selalu memaafkan, dan saya yakin semua pembaca silent conversation adalah orang baik.

Ok, mulai dari  mana ya? akhir tahun 2008 ada susah dan senangnya. Pertama mama saya didiagnosa kanker. Yah, terkadang memang hidup ini begitu lugas dan tanpa basa-basi.
Mama yang begitu sehat dan senantiasa menjalani hidup sehat bisa juga terkena kanker. Kabar baiknya adalah kondisi mama baik sampai sekarang dan operasi berjalan lancar. Mengenai ini akan saya bahas lebih banyak mungkin ditulisan saya selanjutnya.

Awal 2009, saya diundang diacara bukan empat mata yang membahas mengenai hi-tech. Kenapa saya yang diundang? Karena mereka tahu saya punya blog, walau pun jarang diupdate, tetapi saya meng-update sendiri lho. Jadi tulisan disini original.

Paling-paling saya minta tolong mas marwan dari detik untuk memperbaiki format tulisan agar enak dibaca (ini masukan dari beberapa yang mampir ke blog ini) terus saya punya facebook, nah kalau yang ini rajin diupdate, apalagi sekarang ada blackberry, makin sering deh update FB. Blog ini dan FB saya juga sempat lho masuk tivi..hehehe..bintang tamu yang lainnya adalah EvieTamala, Raffi Ahmad dan Radityadika.

Mbak Evie dan Raditya punya blog, kalau raffi punya facebook. Khusus buat Radityadika, saya sempat kaget waktu dia masuk dengan berlari dan kayang di depan mas Tukul. Saya juga kurang mengerti apa maksudnya, apakah itu ciri khasnya? Seperti ciri khas mas tukul yang bertepuk tangan ala model pro xl (maksud saya bukan luna maya, tetapi model yang satulagi, if u know what I mean) atau ada filosofi dalam dibalik gaya kayangnya itu? Sayang beliau tidak menjelaskan lebih lanjut.

Yang kedua.. oh iya, film Jagad X code mau diputar…horeeee!! AkhirnyaFeby main film layar lebar… walaupun cuma 6 scene tapi saya seneng bisa main di film ini. Bukan hanya karena ini layar lebar, tetapi karena yang terlibat di film ini termasuk suhu-suhu dunia seni di Indonesia.
Trus… ada gossip. Ya gossip katanya Feby pisah ranjang dengan suami… saya mau bilang…itu bukan gossip. Itu kenyataan, kita memang pisah ranjang, apa lagi kalau siang hari saat kita tidak berada diranjang. Dan..yaah seperti biasa, saat pintu mulai terbuka, maksudnya waktu saya mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan penasaran dari si pemburu berita, tidak akan pernah ada habisnya pertanyaan itu.

Ibarat vampir haus darah, eh, ini karena saya baru baca novel twilight jadinya kasih perumpamaannya vampir, well, mungkin vampir terlalu kejam, karena pada akhirnya korban vampir pasti mati dan jadi vampir, kalau ini kan saya tidak sampai mati. Bahkan ada efeku ntungnya, yaitu tambah ngetop. Yeah, always look at he brigt side.

Sekian postingan saya kali ini, belum puas..?? nanti kita sambungnya, jangan lupa nulis komen banyak-banyak. O iya, Feby akan punya artikel di majalah Popular lho!! Mulai February ini…

..God point of view..

Lagi hobby motret nih… gara-gara punya kamera baru. Biasanya kamera yang saya pakai hanya pocket kamera yang kecil yang bisa dengan mudahnya diselipkan ke dalam tas dan penggunaannya juga lebih mudah, hanya tinggal “klik” saja.

Kamera baru saya ini adalah kamera semi professional. Penggunaannya memang lebih ribet, tetapi hasilnya betul-betul memuaskan. Ukurannya juga lebih besar dan tentunya lebih berat, sehingga untuk membawanya butuh usaha tersendiri. Karena sedang lekat-lekatnya dengan kamera baru ini saya jadi tidak keberatan membawanya kemana-mana, seperti anak kecil yang punya mainan baru saya menjadi tidak merasa kerepotan membawa kamera yang besarnya lumayan itu kemanapun saya pergi.

Jadilah saya menenteng kamera plus perlengkapannya tanpa merasa terbebani. Semua hal saya jadikan objek. Dari mulai pemandangan alam, benda mati, makhluk hidup, dan yang paling sering adalah teman-teman, keluarga terutama keponakan-keponakan yang centil yang menjadi model dadakan.

feby-dan-foto-editan.jpg

Modelnya dadakan, fotografernya juga dadakan, jadilah sesi pemotretan menjadi ajang penuh canda dan tawa. Banyak sekali ekspresi yang saya dapatkan saat menjadi fotografer dadakan, dari mulai model yang malu-malu, hingga yang super percaya diri atau sebaliknya, malah ketagihan dan minta di foto terus.

Sebagai model saya memang sering difoto oleh fotografer, bukannya geer nih, tetapi karena jam terbang saya cukup tinggi saya jarang mendapatkan complain, kebanyakan mereka cukup puas dengan keluwesan saya di depan kamera. Dari pengalaman kilat menjadi fotografer saya jadi merasakan sendiri alangkah nikmatnya jika model yang saya potret luwes bergaya dan enak di pandang, hasil fotonya sendiri pasti akan bagus.

Karena sedang hobby mengintip dunia dari balik lensa, saya jadi membayangkan kalau hidup ini adalah session pemotretan, dimana kita jadi modelnya dan alam semesta menjadi fotographernya. Dalam session pemotretan kita akan bisa melihat, antara model yang bisa diajak bekerja sama dan tidak. Sang model yang mau bekerja sama pasti datang on time, disiplin dalam pekerjaan, tekun, tidak banyak menuntut, tetapi tetap kritis dan memberikan masukan dalam session pemotretan.

Bandingkan dengan model yang keras kepala, tidak mau diatur, datang serba terlambat dan sama sekali tidak mau diajak bekerja sama dengan fotografer. Saya yakin model seperti itu pasti membuat semua orang pusing. Apakah hasil foto akan memuaskan?

Rasanya tidak. Tetapi saat kita melihat hasil fotonya dan kecewa dengan hasilnya, kita berlagak seperti model yang sombong yang kurang pengalaman dan menyalahkan fotografer dengan teamnya. Kalau hidup di ibaratkan seperti helaian foto yang kita sejajarkan, kita akan bisa melihat mana saat-saat kita kooperatif dengan sang fotografer sehingga menjadikan hasil yang bagus, dan mana saat-saat dimana kita sedang berontak dan tidak kooperatif sehingga hasilnya tidak bagus.

Kalau kita memiliki fotografer yang terbaik, yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri datang ke session pemotretan, tidur cukup, jangan sampai terlambat dan persiapkan kondisi tubuh dan pikiran agar bisa mengikuti arahan sang fotografer.

Kira-kira begitu deh pikiran saya…asli dari hati..kalau ada yang salah kata..maaf yaaa…kalau mau comment boleh ajaaaa…with love..Feby…

antara uang dan kebahagiaan

Suatu ketika saya di beri pertanyaan oleh seseorang. what money can’t buy? Karena pada waktu itu hari sudah larut malam saya menjawab spontan..happiness! ya, money can’t buy happiness. good, kata seseorang ini. katanya saya orang pertama yang menjawab that money can’t buy happiness.

feby-abstrak-editan.jpg

Kebanyakan menjawab cinta. dimana dia tidak setuju. katanya, sometime money can buy love..hmm..betul juga money can buy love, but i bet the kind of love that doesn’t makes you happy…ada juga sahabat saya berkata kalau uang dan kebahagiaan itu ibarat ayam dan telur. kebahagiaannya akan lengkap kalau ada uang, uang akan lengkap kalau tahu cara memanfaatkannya agar menjadi kebahagiaan.

Ibaratkan uang adalah sebuah harpa. Harpa akan menjadi alunan nada yang indah jika dimainkan oleh pemain ahli. Bayangkan kalau saya yang tidak pernah belajar harpa mencoba bermain-main dengan harpa, pasti tangan saya akan sakit dan bukan alunan nada indah yang terdengar, melainkan bunyi yang tidak keruan dan menyakitkan telinga.

Uang, jika di tangan orang yang salah bisa jadi akan seperti saya yang bukan ahli harpa, hanya menyebabkan sakit di tangan dan sesuatu yang tidak keruan. that is why kita belajar, dari pengalaman dan sekitar kita bagaimana menggunakan uang tersebut.

Saya yakin, seorang pemain harpa kawakan saat pertama kali belajar pasti mengalami yang namanya, sakit di tangan, bosan dan mungkin banyak lagi hal yang kurang enak. Tetapi saat hasilnya mulai dirasakan, datanglah yang namanya kepuasan dan kebahagiaan.

Bicara kebahagiaan, saya selalu bersyukur sampai sekarang saya selalu di berikan berkat oleh Tuhan. Bukan hanya uang, tetapi juga kesehatan, teman-teman yang baik, dan keberuntungan. Saya percaya kalau kemanapun saya berada dan saya dapat selamat itu adalah keberuntungan dari Tuhan.

And i feel luckier these days, because am soooo happy…. sekian pikiran saya hari ini…love feby

antara pikiran dan perasaan di depan photobooth..

photo-3.jpg

kisah dua kodok

Hari ini aku cabut geraham bungsu… awalnya deg degan juga, biasalah takut sakit, tetapi ternyata semua lancar dan gak sakit sama sekali… hail to my dentist dokter seno memang tob deh! tidak heran dipilih menjadi dokter gigi presiden dan wapres kita.

Padahal aku sudah sengaja mengosongkan jadwal, takut pipiku bengkak dan merusak penampilan, ternyata apa yang ditakutkan tidak terjadi. Sore-sore saya ngumpul bersama beberapa teman. Biasalah, up date berita-berita baru, ngomongin si A si B si C..yep, kita juga suka bergosip lho tetapi gosip yang positif.

Maksudnya begini, kita bertukar cerita, bertukar cerita berarti bertukar informasi, semakin banyak informasi berarti semakin baik. Sekarang adalah jaman informasi, buktinya semua orang seakan berlomba-lomba mendapatkan informasi terbaru, mulai dari berita yang di sebarkan melalui sms, chatting, email, dan yang lagi trend sekarang, yaitu blackberry.

Memang insting manusia untuk mencari informasi seperti tanaman yang mencari cahaya. coba deh, kita menanam tanaman dalam ruangan gelap, lalu berikan sedikit lubang cahaya, maka tanaman tersebut akan tumbuh mengikuti cahaya itu. Kesimpulannya adalah gosip adalah cahaya bagi manusia (saya yakin wartawan infotainment akan senang membaca statement ini..hehehe) yang membuat gosip itu buruk adalah ketika dicampur aduk dengan penghakiman. kalau sudah ada penghakiman… wah, udah nga seru lagi…kenapa yah?

Karena namanya juga gosip, belum tentu benar, bayangkan kalau gosip itu salah dan kita sudah terlanjur menghakimi orang sampai kita tidak simpatik atau mungkin benci pada orang itu. Alangkah malang nasib orang tak bersalah tersebut. Jadi sebenarnya gosip tidak salah, selama itu dalam batas yang masih fun, entertaining dan tolong jangan campur aduk gossip dengan penghakiman.

Bagi artis atau selebriti, gosip datang satu paket dengan keterkenalan. Ibarat paket ayam dan kentang goreng. Bisa nikmat, tetapi mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Dan jika terlalu banyak di konsumsi dapat menyebabkan obesitas. Gosip memang sangat meyebalkan bagi yang terkena, apalagi kalau gosipnya negatif dan merusak nama baik.

Saya jadi teringat kisah dua kodok, alkisah dua kodok tak sengaja jatuh kedalam lubang sumur.  Satu kodok tuli, dan satu lagi normal. Mereka melompat-lompat berusaha keluar dari lubang sumur sambil berteriak minta pertolongan. Kawan-kawan sesama kodok berkumpul di bibir sumur berteriak teriak memberikan semangat. Mereka juga tidak tahu harus berbuat apa selain menyemangati kedua rekan mereka yang malang.

Menit ke menit berlalu, dua kodok mulai kelelahan, lompatan mereka pun semakin lemah karena kekurangan tenaga. Melihat dua rekan mereka yang mulai lemah, kawan-kawan kodok berteriak agar dua kodok menghentikan usaha yang sia-sia. Mereka berlompatan di pinggir sumur sambil berteriak agar dua kodok menghentikan usahanya.

Sang kodok tuli, karena tidak dapat mendengar mengira rekannya sedang menyemangati dia agar melompat lebih tinggi. sementara satu kodok yang berpendengaran normal sudah pasrah dan menghentikan usahanya. si kodok tuli pun melompat dan melompat lebih kencang, sampai akhirnya…hup! si kodok tuli mengerahkan segala tenaganya dan mendarat di daratan. Semua rekan kodok keheranan dan gembira. Si kodok tuli mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan sesama kodok karena sudah menyemangatinya sehingga dapat berhasil sampai ke darat.

Rekan-rekan kodok hanya tersipu-sipu malu, mungkin dalam hati mereka berkata, dasar tuli…kita gak ngomong begitu deh. memang bukan kata-kata semangat yang mereka katakan, tetapi si kodok tuli berhati positif ini bertanggapan lain, sehingga akhirnya dia bisa berhasil dan selamat.

Setiap kali saya di terpa gosip saya selalu ingat cerita ini. saya selalu berkiblat pada si kodok tuli, anggap saja gossip itu sebagai semangat supaya bisa melompat lebih jauh lagi… hehehehe.. well guys, what d u think?

Me

feby-4-editan.jpg

wow..

wah, seneng banget ketika detik menawarkan untuk bikin blog pribadi, kalau selama ini saya hanya akrab dengan Friendster dan Facebook, sekarang saya bisa menulis lebih puaaaanjaaaang dan lebih intimate..karena masih baru, saya masih kebingungan dengan fungsi-fungsinya, harapannya sih di kemudian hari ketika semakin akrab dengan blog.detik jadi semakin lancar menulisnya, semakin banyak infonya dan semakin banyak juga curhatnya…tadi siang baru ketemu dengan mas marwan dari detik yang dengan sabar menjelaskan bagaimana cara menulis di blog ini…malamnya langsung saya uji coba..tolong di koreksi ya kalau ada yang salah..untuk sementara sekian dulu, kita ketemu lagi besok dengan cerita cerita yang lain…lovefeby